Dalam sistem perpipaan modern, flange atau sambungan antar pipa berperan penting untuk menjaga kekuatan dan mencegah kebocoran. Salah satu material flange yang kini banyak digunakan adalah flange tembaga (flange copper), terutama pada sistem pipa non-metal seperti PVC, CPVC, atau PPR.
Flange copper dipilih karena sifat tembaganya yang tahan korosi, konduktif, dan kuat di berbagai kondisi suhu. Material ini juga cocok digunakan pada sistem air panas, pendingin, hingga instalasi yang membutuhkan sambungan antara pipa plastik dan komponen logam.
Apa Itu Flange Copper
Flange copper adalah komponen sambungan pipa berbentuk cakram yang terbuat dari paduan tembaga seperti brass, bronze, atau copper-nickel (Cu-Ni) sesuai ASME B16.24. Fungsi utamanya sama seperti flange pada umumnya yaitu menghubungkan dua bagian pipa, valve, atau peralatan lain tanpa proses pengelasan, sehingga perawatan dan penggantian komponen menjadi lebih mudah.
Berbeda dari flange baja, flange berbahan tembaga memiliki keunggulan utama pada ketahanan terhadap korosi dan konduktivitas termal yang tinggi. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan pada sistem fluida bersuhu tinggi, air panas, atau fluida dengan sifat korosif ringan.
Salah satu varian populer adalah Copper-Nickel (Cu-Ni) Flange, yaitu flange yang dibuat dari paduan tembaga dan nikel. Jenis ini banyak digunakan pada sistem yang mengangkut bahan kimia atau fluida korosif, seperti di pabrik kimia, maupun instalasi pengolahan air laut. Cu-Ni flange juga dikenal memiliki stabilitas yang baik pada suhu tinggi, menjadikannya pilihan tepat untuk aplikasi industri berat.
Flange copper tersedia dalam berbagai ukuran, desain, dan standar tekanan sesuai kebutuhan sistem perpipaan. Dalam pemilihannya, penting untuk memperhatikan rating tekanan dan suhu kerja, serta kompatibilitas material dengan fluida yang dialirkan agar performa sambungan tetap optimal dan aman.
Karakteristik Material Tembaga (Copper)
Tembaga dikenal sebagai material logam yang memiliki kombinasi unik antara kekuatan mekanis, keuletan tinggi, dan ketahanan kimia yang luar biasa. Dalam dunia teknik, tembaga sering menjadi pilihan utama karena sifat fisis dan termalnya yang unggul dibanding banyak logam lain.
Beberapa karakteristik penting tembaga antara lain:
- Tahan korosi alami terhadap air, uap, dan bahan kimia ringan.
- Konduktivitas termal dan listrik yang sangat tinggi, hanya kalah dari perak, menjadikannya ideal untuk sistem pemanas, pendingin, atau aplikasi kelistrikan.
- Tidak berkarat seperti baja karbon, sehingga lebih tahan lama tanpa perlu pelapisan tambahan.
- Ramah lingkungan, karena dapat didaur ulang tanpa kehilangan kualitas materialnya.
Secara teknis, tembaga murni memiliki titik lebur sekitar 1083°C dan kepadatan 8,94 g/cm³, dengan konduktivitas listrik mencapai 101% IACS (International Annealed Copper Standard). Angka ini menunjukkan betapa efisiennya tembaga dalam menghantarkan arus listrik maupun panas.
Dalam bentuk serbuk (Powder Metallurgy / P/M), tembaga tetap mempertahankan sebagian besar sifat aslinya, meski kepadatannya bergantung pada proses sintering dan tingkat porositas. Semakin padat struktur tembaga, semakin tinggi pula konduktivitas listrik dan termalnya. Karena itulah tembaga banyak digunakan pada komponen elektronik, cincin kontak, sikat motor listrik, dan sistem pendingin industri.
Singkatnya, keunggulan tembaga terletak pada kombinasi daya tahan korosi, keuletan, dan efisiensi penghantaran panas serta listrik, menjadikannya material yang ideal untuk berbagai aplikasi teknik termasuk pembuatan flange copper pada sistem pipa non-metal.
Baca juga: Victaulic Coupling: Jenis, Fungsi, dan Tips Memilih Sambungan Pipa Mekanis
Kelebihan Menggunakan Flange Copper
Menggunakan flange copper membawa banyak keuntungan dibanding flange dari material lain, terutama untuk sistem pipa non-metal. Beberapa keunggulan utama antara lain:
1. Ketahanan Korosi Tinggi
Tembaga secara alami membentuk lapisan pelindung (patina) yang mencegah korosi. Varian copper-nickel (Cu-Ni) bahkan lebih tahan terhadap lingkungan korosif, menjadikannya pilihan ideal untuk pipa yang membawa air laut, bahan kimia ringan, atau fluida yang bersifat korosif.
2. Kinerja Baik di Suhu Tinggi dan Rendah
Flange copper mampu bertahan pada berbagai kondisi suhu, dari air panas hingga sistem pendingin industri atau HVAC. Material ini stabil dan tidak mudah berubah bentuk, sehingga aliran fluida tetap aman dan konsisten.
3. Sambungan Kedap Air dan Stabil
Cocok untuk transisi logam-ke-plastik, misalnya menghubungkan pipa PVC, CPVC, atau PPR dengan komponen logam. Sambungan ini lebih andal dan mengurangi risiko kebocoran dibanding metode konvensional.
4. Estetika dan Daya Tahan
Warna alami tembaga memberikan tampilan premium pada sistem perpipaan, menjadikannya pilihan menarik untuk instalasi dekoratif, sekaligus kuat dan tahan lama dalam jangka panjang.
5. Ramah Lingkungan
Tembaga dan paduannya dapat didaur ulang 100% tanpa kehilangan kualitas. Ini mendukung prinsip green engineering dan praktik instalasi berkelanjutan.
6. Kekuatan dan Ketahanan Tinggi
Flange copper, khususnya copper-nickel, memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan tinggi, sehingga aman digunakan pada sistem dengan kondisi operasional berat. Selain itu, sifat konduktivitas termal dan listriknya membuat flange ini juga cocok untuk aplikasi yang memerlukan perpindahan panas atau arus listrik.
Dengan kombinasi sifat mekanis, kimia, dan estetika ini, flange copper menjadi solusi andal untuk sistem perpipaan modern yang mengutamakan keamanan, keawetan, dan efisiensi.
Kekurangan Flange Copper
Meski memiliki banyak keunggulan, flange copper juga punya beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:
1. Harga Lebih Tinggi
Dibanding flange baja ringan, flange tembaga relatif lebih mahal. Hal ini bisa mempengaruhi biaya total instalasi, terutama pada proyek besar dengan banyak sambungan.
2. Rentan terhadap Fluida Sangat Asam atau Basa Kuat
Tembaga dan paduannya dapat mengalami korosi galvanik jika digunakan dengan fluida yang sangat asam atau basa kuat. Untuk aplikasi seperti ini, material lain seperti stainless steel mungkin lebih sesuai.
3. Lebih Lunak daripada Baja
Karena sifatnya yang lebih lunak, flange copper perlu dikombinasikan dengan gasket dan baut yang tepat agar sambungan tetap stabil dan tidak mudah berubah bentuk, terutama pada tekanan tinggi atau sistem bergetar.
Dengan memahami kekurangan ini, pemilihan flange copper dapat dilakukan secara lebih tepat, sehingga keunggulan materialnya tetap maksimal tanpa menimbulkan masalah operasional.
Jenis Flange Copper yang Umum Digunakan
Flange copper hadir dalam berbagai tipe sesuai kebutuhan sambungan pipa. Beberapa jenis yang umum digunakan antara lain:
1. Slip-On Flange

Flange ini memiliki lubang sedikit lebih besar dari diameter pipa, sehingga pipa bisa masuk dengan pas sebelum dilas. Sambungan dilakukan dengan pengelasan di bagian dalam dan luar flange. Slip-on flange mudah dipasang dan cocok untuk sistem bertekanan rendah, tetapi umumnya lebih rapuh dibanding flange welding neck karena luas area pengelasan lebih besar.
2. Solder/Braze Companion Flange
Solder atau braze companion flange adalah jenis flensa yang digunakan untuk menyambung pipa tembaga tanpa pengelasan logam (welding) seperti pada baja. Sambungan dilakukan dengan metode pemanasan dan penyambungan logam pengisi (filler) — menggunakan solder untuk suhu rendah (di bawah ±450°C) atau brazing untuk suhu tinggi (di atas ±450°C).
3. Blind Flange (Flange Buta)

Blind flange tidak memiliki lubang di tengahnya dan digunakan untuk menutup ujung pipa atau valve. Berbeda dari end cap, blind flange bisa dibuka-tutup kembali, sehingga praktis untuk inspeksi atau pengujian tekanan (pressure test). Harga blind flange biasanya lebih tinggi dibanding flange tipe lain karena fungsinya yang spesifik.
4. Lap-Joint/Loose Flange + Stub End

Lap joint atau loose flange adalah flensa yang tidak dilas langsung ke pipa, melainkan dipasangkan bersama stub end (sebuah komponen pendek berbentuk corong) yang disambung ke ujung pipa melalui brazing atau soldering. Flensa hanya berfungsi sebagai komponen bebas yang menahan tekanan baut saat disatukan dengan flensa pasangannya.
5. Threaded Flange (Flange Drat)

Threaded flange menggunakan ulir internal sehingga pipa dapat diputar masuk ke dalam flange tanpa pengelasan. Biasanya digunakan di area rawan ledakan atau kebakaran, untuk pipa berdiameter kecil hingga 4 inci dan tekanan rendah.
6. Flat Face Flange (FF)
Berbeda dengan flange RF (raised face) yang permukaannya sedikit menonjol, flange FF memiliki permukaan rata sehingga gasket menempel penuh. Umumnya digunakan pada instalasi ringan dengan tekanan rendah. Klaimnya, flange FF dapat mengurangi risiko bengkok saat dikencangkan, meski secara umum flange RF lebih populer di lapangan.
Aplikasi Flange Copper di Sistem Non-Metal
Flange copper banyak digunakan untuk menghubungkan pipa non-metal dengan komponen logam, terutama pada sistem yang membutuhkan sambungan aman, tahan korosi, dan stabil. Beberapa aplikasi utamanya antara lain:
- Sistem HVAC dan Pendingin Air
Flange copper digunakan untuk menyambungkan pipa plastik seperti PVC atau CPVC dengan pompa, chiller, atau heat exchanger. Hal ini memastikan aliran fluida tetap lancar sekaligus memudahkan perawatan. - Instalasi Air Bersih dan Air Panas Domestik
Dalam sistem rumah tangga atau gedung, flange copper memfasilitasi transisi antara pipa PPR dan valve logam, menjaga kebocoran tetap minimum dan aliran air tetap stabil. - Industri Makanan dan Farmasi
Tembaga bersifat non-toksik dan aman untuk fluida higienis, sehingga banyak digunakan pada proses pengolahan makanan, minuman, dan produk farmasi. - Sistem Air Laut atau Lingkungan Korosif Ringan
Karena ketahanan alami terhadap korosi, flange copper cocok untuk instalasi air laut, sistem dengan kelembaban tinggi, atau fluida ringan yang bersifat korosif. - Perangkat Medis dan Laboratorium
Flange copper mendukung pipa PVC bertekanan rendah dalam peralatan medis atau laboratorium, memastikan sambungan aman dan andal untuk penggunaan kritis.
Dengan sifatnya yang tahan korosi, konduktif, dan fleksibel, flange copper menjadi solusi ideal untuk berbagai sistem perpipaan non-metal di industri maupun instalasi domestik.
Flange copper adalah solusi sambungan pipa yang andal untuk sistem non-metal, seperti PVC, CPVC, atau PPR. Material tembaga dan paduannya menawarkan ketahanan korosi tinggi, konduktivitas termal dan listrik yang baik, serta sambungan yang stabil dan kedap air. Dengan berbagai tipe flange seperti slip-on, welding neck, threaded, socket weld, dan blind flange, pengguna dapat menyesuaikan pilihan sesuai tekanan, ukuran pipa, dan kebutuhan operasional.
Penggunaan flange copper terbukti efektif di berbagai aplikasi, mulai dari HVAC, sistem air panas domestik, industri makanan dan farmasi, hingga sistem air laut dan laboratorium. Selain tahan lama dan estetis, flange copper juga ramah lingkungan karena bisa didaur ulang. Memahami kelebihan, kekurangan, dan jenis flange copper akan membantu memastikan sistem perpipaan non-metal bekerja optimal, aman, dan efisien.
Baca juga: Flexible Hose: Solusi Sambungan Pipa yang Fleksibel dan Aman










.jpg)


